|
Written by admin
|
 Kabupaten Aceh Utara tergolong sebagai kawasan industri terbesar di provinsi NAD. Di wilayah ini terdapat perusahaan-perusahaan besar seperti : PT. Kertas Kraft Aceh (KKA), PT. Aceh Asean Fertilizer (AAF) dan PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM). Adanya perusahaan besar di wilayah Aceh Utara menjadikan daerah ini sebagai sumber eksploitasi ekonomi. Harapannya, mampu mendongkrak ekonomi daerah dan dapat menyerap tenaga kerja lokal yang banyak. Namun pada kenyataannya kehadiran perusahaan besar tersebut tak juga mampu mengangkat derajat kehidupan sebagian besar penduduk asli dari kemiskinan. Kemiskinan bukanlah hal yang langka ditemukan di daerah ini bahkan di seberang pagar kawat tinggi batas komplek perumahan karyawan pabrik-pabrik besar, berdiri ratusan rumah kumuh penduduk pribumi yang dijerat kemiskinan. Kehadiran perusahaan besar itu telah melahirkan kesenjangan sosial di masyarakat, akibatnya potensi kecemburuan sosial sangat tinggi. Kecemburuan sosial yang sangat tinggi menyebabkan timbulnya gerakan dari sebagian rakyat untuk menuntut haknya demi kemakmuran dan kesejahteraan. Penderitaan panjang yang dialami oleh masyarakat akibat pelaksanaan operasi militer telah membuat kehidupan mereka menjadi tidak teratur, hilangnya mata pencaharian dan anak-anak tidak mendapatkan pendidikan yang layak akibat sekolah-sekolah mereka dibakar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Wilayah kabupaten Aceh Utara berbatasan dengan:
- Sebelah utara dengan selat Malaka dan kota Lhokseumawe
- Sebelah selatan dengan kabupaten Aceh Tengah dan kabupaten Bener Meriah;
- Sebelah barat dengan kabupaten Bireun;
- Sebelah timur dengan kabupaten Aceh Timur.
Daerah yang Ibukotanya Lhoksukon ini memiliki luas 3.296,86 km² dengan jumlah penduduk 502.288 jiwa (2006), sekarang dipimpin oleh pejabat bupati yang terpilih melalui jalur independen dalam pilkada langsung yaitu Ilyas A. Hamid. Aceh Utara saat ini memiliki 27 kecamatan. Bertambah 5 kecamatan baru yang merupakan hasil pemekaran dari 22 kecamatan pada tahun 2006. Kegiatan ekonomi kabupaten Aceh Utara didominasi oleh 3 (tiga) sektor yaitu sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan dan pertanian. Sektor pertanian sangat menjanjikan bagi perkembangan ekonomi karena daerah ini memiliki reputasi sebagai daerah penghasil beras di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
|