lbhaceh.org

KKR Aceh Harus Segera di Bentuk
  
Senin, 24 May 2010 11:59

Banda Aceh - Kadiv Sipil dan Politik LBH Banda Aceh, Zulfikar, S.H, mengatakan, "Terkait pernyataan yang disampaikan oleh ketua komisi A DPR Aceh Adnan Beuransyah pada media, dimana ia berjanji akan segera menindaklanjuti pembentukan KKR di Aceh,  harus benar menjadi perhatian khusus DPR Aceh, karena KKR bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran tentang pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu serta menjamin proses pengungkapan kebenaran yang adil dan bermartabat, membantu mencapai rekonsiliasi antara pelaku pelangaran HAM baik individu maupun lembaga dengan korban".

Selain itu, ujarnya, "Juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak untuk keberlanjutan perdamaian di Aceh serta untuk kepentingan pemenuhan hak hak-hak korban atas kebenaran,  keadilan, dan hak untuk mendapatkan reparasi serta meluruskan sejarah demi pembelajaran bangsa agar kejadian serupa tidak terulang lagi dimasa mendatang dan membentuk budaya menghargai hak asasi manusia".    

Baca Selengkapnya...
 
LBH Banda Aceh Prihatin terhadap Kekerasan dan Pengancaman yang dilakukan Oleh Pasi Intel Kodim 0115 Simeulue terhadap Wartawan
  
Senin, 24 May 2010 10:35

Dir.LBH Banda Aceh ; "Tentara adalah alat pertahanan negara..."

Banda Aceh - Menyikapi tindakan kekerasan dan pengancaman yang dilakukan oleh Pasi Intel Kodim 0115 kepada wartawan Harian Aceh Ahmadi di Simeulue, LBH Banda Aceh menyatakan keprihatinannya terhadap perbuatan tersebut. Direktur LBH Banda Aceh, Hospinovizal Sabri dalam siaran pressnya mengatakan bahwa “tindakan tersebut merupakan tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh anggota TNI dikarenakan perbuatan ini dilakukan diluar peran, fungsi dan tugas yang di gariskan dalam undang-undang”. “Tentara adalah alat pertahanan negara dan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pemanggilan dan interograsi apalagi disertai dengan kekerasan dan pengancaman”, sebut direktur LBH Banda Aceh.

Baca Selengkapnya...
 
LBH Pos Tapaktuan Mengecam Keras Kekerasan Terhadap Wartawan
  
Senin, 24 May 2010 11:18

Tapaktuan - "LBH Banda Aceh Pos Tapaktuan mengecam keras kasus penganiayaan, pengrusakan alat kerja dan pengancaman terhadap keluarga Ahmadi, wartawan Harian Aceh di Simeulu," ujar Zul Azmi, S.H, pengacara hukum LBH Pos Tapaktuan. Apa yang telah dilakukan oleh oknum TNI tersebut sama saja artinya dengan pembungkaman kebebasan pers. Jika pers dibungkam, itu sama saja artinya dengan menghancurkan demokrasi di Indonesia, sebab salah satu pilar negara demokrasi adalah adanya kebebasan pers.

"Kami memberikan apresiasi terhadap KODAM Iskandar Muda yang telah cepat melakukan tindakan hukum dengan menahan 2 (dua) oknum TNI tersebut. Namun kami berharap pihak KODAM agar betul-betul berkomitmen membawa kasus ini ke meja hijau serta memberikan perlindungan atas ancaman pelaku terhadap keluarga Ahmadi."

Baca Selengkapnya...
 
Aceh Not For Sale
  
Kamis, 20 May 2010 13:06

Banda Aceh - Hermes Palace, 18-21 Mei 2010 - Governors Climate and Forest (GCF) Taskforce Meeting

"Aceh menjadi ladang atau laboratorium bagi imperium baru? Sadar atau tidak, Aceh telah menjadi sasaran eksperimen bandit dunia yang tergabung dalam koorporasi jahat berwajah manis dalam agenda pelaksanaan skema REDD (Reduction of Emissions from Deforestation and Degradation) di sebuah kawasan yang dinamai Ulu Masen. Para bandit dunia telah mengklaim wilayah hutan kelola Mukim yang meliputi 5 kabupaten yaitu Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya dan Aceh Barat." (Afrizal Akmal ;green.kompasiana.com)
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

hal 9 dari 37


Saat ini ada 6 tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday97
mod_vvisit_counterYesterday226
mod_vvisit_counterThis week1300
mod_vvisit_counterThis month871