lbhaceh.org

Pengamanan Pemilu di Aceh, Polisi Tetapkan 11 Daerah Rawan
User Rating: / 0
PoorBest 
  
irjen pol aditywarmanPolda Aceh menetapkan 11 kabupaten/kota di Aceh sebagai daerah rawan, sehingga menjadi titik perhatian dalam penambahan pasukan pengamanan Pemilu 2009. Sementara 12 kabupaten/kota lainnya hanya mengoptimalkan pengamanan oleh polisi setempat.

“Sebetulnya ke-11 daerah itu tidak ada gangguan keamanan yang signifikan. Tetapi dengan adanya kejadian-kejadian seperti pelemparan granat dan penembakan, maka daerah itu ditambah kekuatan dari Polda Aceh,” ujar Kapolda Aceh Irjen Pol Aditywarman, usai melepas pasukan pengaman Pemilu 2009 di Mapolda Aceh, Minggu (5/4) pagi.

Daerah-daerah yang dianggap rawan, yakni Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tangah, dan Aceh Jaya. “Sedangkan daerah lainnya, dilihat dari jumlah TPS dan populasi pemilih, sudah mencukupi dengan pasukan di daerah masing-masing,” sebutnya.

Dikatakannya, berbagai insiden yang selama ini terjadi di Aceh, bukan hanya menjadi perhatian polisi Aceh, tetapi Mabes Polri juga memberi perhatian lebih. Pemerintah Pusat juga setiap saat juga memantau situasi di Aceh.

Menurut Kapolda, penggeseran pasukan merupakan bentuk komitmen polisi dalam mengamankan Pemilu di Aceh, sehingga bias berlangsung aman, damai, jujur dan adil, tanpa ada tekanan dari mana pun.

Kapolda berharap, setelah selesai masa kampanye seluruh partai politik peserta Pemilu 2009 untuk menahan diri, tidak lagi melakukan kampanye baik terbuka maupun tertutup. “Dalam minggu tenang, kita minta mereka menahan diri. Tidak melakukan kegiatan apapun, sebab apabila masalah itu dilakukan akan berhadapan dengan sistem yang ada, berhadapan dengan hukum, dan berhadapan dengan Polri,” katanya.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Farid Ahmad menyebutkan, untuk meminimalisir kekerasan dan intimidasi pada pemilu di Aceh, sebanyak 1.303 personel Polda Aceh diturunkan ke daerah-daerah. Mereka terdiri dari personel Brimob, Airud, Samapta, Polantas, dan staf Polda Aceh.

Personil tersebut nantinya akan bergabung bersama anggota Polres. Secara keseluruhan, kepolisian di Aceh mengerahkan 2/3 kekuatannya atau sekitar 8.000 personel untuk pengamanan Pemilu 2009.(bai)
Kolom Komentar
Berikan Komentar Cari
KOMENTAR
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Laporan Tahunan


Laporan Tahunan "Perkembangan Hukum Dan HAM Di Aceh Tahun 2006"
 
 
Laporan Tahunan "Potret Buram Pemenuhan Hak Bantuan Hukum Aceh 2007"


Laporan Tahunan "Suara Korban Yang Terabaikan" Perkembangan Hukum dan HAM Aceh Tahun 2008


Saat ini ada 7 tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday59
mod_vvisit_counterYesterday167
mod_vvisit_counterThis week809
mod_vvisit_counterThis month2054